Microlearning Peningkatan Kompetensi Guru PAUD & PNF dikembangkan sebagai sumber belajar guru dengan inisiatif yang tinggi berpedoman pada prinsip kemandirian, kolaboratif, efektif dan efisien.

Materi disusun berdasarkan Peraturan Direktor Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 2626/HK.04.01/2023, tentang Model Kompetensi guru serta merujuk paa Buku Panduan Operasional Model Kompetensi Guru, tahun 2023.

MICROBEL dengan tema "Seni Sebagai Jendela Dunia dan Ekspresi Diri", mengajak anda untuk memahami bahwa seni adalah bahasa universal dan TIK adalah jembatan yang ampuh untuk memperluas wawasan anak dalam menjelajahi, menciptakan dan mencintai seni. TIK mendukung proses kreasi anak dengan memberikan kebebasan bereksperimen tanpa khawatir "salah" atau berantakan, yang pada akhirnya akan menumbuhkan minat dan kepercayaan diri mereka dalam berekspresi.

MICROBEL "Perubahan Wujud Benda memfasilitasi guru PAUD dan PNF dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, khususnya pada kemampuan merancang pembelajaran sains yang relevan dengan kondisi lingkungan sekitar dan melibatkan peserta didik secara aktif. Materi difokuskan pada pengenalan dan penerapan perubahan wujud benda melalui pendekatan bermain dan eksperimen sederhana yang aman serta bermakna bagi anak usia dini.

Pelatihan dirancang untuk mendukung program peningkatan kompetensi guru sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 2626/B/HK.04.02/2023. Setelah mempelajari materi ini, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip teori dan praktik dalam mengelola pembelajaran, pengetahuan, profesional, pengelolaan diri, serta pengelolaan diri, serta pengelolaan relasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Pembelajaran Sains pada anak usia dini bukan menghafal, melainkan proses menemukan, bereksplorasi dan membangun pemahaman melalui pengalaman nyata. Melalui MICROBEL "Belajar Sains bagi Anak Usia Dini itu menyenangkan", guru diharapkan mampu menerapkan pendekatan saintifik sederhana yang sesuai dengan dunia anak, sehingga pengalaman belajar lebih dekat, relevan dan membangkaitkan rasa ingin tahu alami.

Memantik nalar kritis anak melalui media sederhana, efektif dan interaktif “Sirkuit Mobil” . Bagaimana guru memilih strategi pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi anak PAUD dengan melihat potensi anak, implementasi STEM menjadi aktivitas yang dilakukan secara kolaboratif dan interaktif.

Merancang kegiatan yang menstimulasi keterampilan pramembaca dan pramenulis yang bermakna, menyenangkan dan kontekstual. Melalui media permainan stronger bridge, untuk menstimulasi keterampilan awal literasi secara bertahap, kreatif dan berbasis bermain.

Pemanfaatan TIK seringkali belum interaktif, bermakna, dan menyenangkan. Guru perlu mengevaluasi dan merancang ulang strategi TIK agar lebih adaptif. MICROBEL kali ini akan memberikan panduan praktis untuk Guru PAUD dan PNF di jenjang PAUD dalam merancang strategi pemanfaatan TIK melalui Koding unplugged berbasis permainan. Sebagai refleksi akan disertakan juga quiz dan pertanyaan refleksi yang dapat didiskusikan dengan rekan sejawat.

MICROBEL dengan tema "Rekayasa Teknologi untuk Jenjang PAUD" mencoba untuk membuka wawasan tentang bagaimana mengintegrasikan pola pikir teknik (Engineering Mindset) dalam pembelajaran anak usia dini tanpa mengabaikan prinsip bermain dan berekplorasi. Materi bertujuan untuk membekali Anda dengan konsep dasar, ciri-ciri, manfaat dan strategi konkret untuk menumbuhkan cara berpikir insinyur pada anak-anak sejak dini.

Bagaimana guru dapat meyakinkan diri bahwa anak-anak sudah memahami baik dan buruknya teknologi digital atau juga tentang literasi digital. Melalui MICROBEL "Pembelajaran Berbasis Teknologi di PAUD", guru akan memperoleh landasan perkembangan untuk memahami bagaimana anak dapat menggunakan dan merekayasa teknologi, serta menjelaskan pentingnya penggunaan teknologi secara bermakna dan aman bagi anak usia dini.

Keterampilan bertanya bertujuan untuk menuntun dan mengarahkan proses diskusi yang mampu melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik. Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan saat proses bermain, bertujuan agar dapat melatih keterampilan berfikir aras tinggi. Dengan mengenali jenis-jenis pertanyaan akan membantu guru dalam menghidupkan diskusi di kelas untuk melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik. Melalui pertanyaan-pertanyaan terbuka, murid akan terbiasa berpikir tingkat tinggi atau high order thinking skill selama proses bermain dan belajar. Apa saja pertanyaan-pertanyaan pemantik tersebut, simak video MICROBEL "Menstimulasi Keterampilan Berpikir Krits Melalui Pertanyaan Pemantik" dan sebagai refleksi, jawab pertanyaan quiz dan diskusikan dengan rekan sejawat.